Akhirnya, merchandise terbaru RAN yang sudah lama ditunggu-tunggu oleh RANers dapat segera kamu miliki! Kaos bergambar figur animasi dari Rayi, Asta dan Nino dapat kamu pesan (Pre-Order) mulai dari sekarang. Stock dari merchandise ini sangat terbatas, jadi langsung pesan sekarang juga! Pengiriman pertama akan dilakukan pada hari Jumat, 21 Mei 2010. Karena jumlahnya yang terbatas, maka sistem pemesanan adalah FIRST ORDER, FIRST SERVE! Jadi, untuk yang pesannya belakangan, siap-siap aja gigit jari karena kehabisan. Harga kaosnya murah banget, hanya Rp.80.000,- (belum termasuk ongkos kirim).
Untuk ongkos kirim, setiap daerah memiliki harga yang berbeda, untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada keterangan yang dapat di-download di bawah. Harga ongkos kirim dihitung per 1 Kg, jadi walaupun 1 kaos beratnya kurang dari 1 Kg, ongkos kirim 1 kaos tetap dihitung flat 1 Kg. Makanya, untuk menghemat ongkos kirim, kami menyarankan agar RANers daerah dapat mengkoordinasi pemesanan di daerah masing-masing. Tetapi, kalau kamu memang ingin mendapatkan kaos tersebut secepatnya, maka sebaiknya pemesanan dilakukan sendiri.
Tata Cara Pemesanan Kaos RAN:
1.Pilih Ukuran Kaos: S / M / L / XL / XXL (Warna Hitam, Sablon Karet & Bentuk Sama)
2.Transfer pembayaran kaos + ongkos kirim sesuai jumlah pemesanan ke Rekening BCA No. 4770085255. Atas nama Muhamad Gia Adhika Putra. Bank BCA KCP Samanhudi
3.Setelah transfer, kirim bukti transfer yang dilengkapi dengan data diri. Cara penulisan data diri adalah:
Nama:
No. Telp:
No. HP:
E-mail:
Alamat Lengkap + Kode Pos: Jumlah yang dipesan: Ukuran: S / M / L / XL / XXL
Fax ke No. (021) 8478106 atau Email ke ran_merchandise@ymail.com
4.Tunggu merchandise-nya yang akan langsung dikirim ke alamat kamu melalui TIKI JNE!
5.Kaos RAN siap dipakai!
Ayo, tunggu apa lagi. Buruan pesan merchandise RAN-nya sekarang juga!
CATATAN: Untuk keterangan lebih lanjut atau pertanyaan, hubungi Gia di telephone 08179872583 (SMS tidak dilayani, hanya telephone!) twitter @gia_adhika atau facebook Gia Adhika Putra atau Email ke ran_merchandise@ymail.com
Kabar gembira kembali diberikan kepada RAN. Setelah mengawali tahun 2010 dengan beberapa catatan prestasi dan penambilan di festival musik kelas dunia, lagi-lagi Rayi, Asta dan Nino mendapatkan berita baik berupa sebuah nominasi dari penghargaan Nickelodeon Kids Choice Awards 2010. Pada tahun 2009 lalu, RAN berhasil membawa pulang piala di penghargaan ini, semoga saja di tahun 2010 RAN dapat kembali mengulang prestasi mereka. Pada penghargaan yang dipersembahkan khusus bagi anak-anak ini, RAN akan bersaing dengan 4 nominator lainnya di kategori duo/group penyanyi terfavorit. Saingan mereka antara lain: The Virgin, Duo Maia & Project Pop. Melihat jajaran nama nominator lainnya, tampaknya RAN menghadapi persaingan yang cukup ketat.
Untuk mewujudkan agar penghargaan ini kembali diraih oleh RAN, ayo kita dukung dengan cara mengirimkan SMS dengan mengetik:
Ungkapan rasa syukur adalah hal pertama yang muncul di benak Rayi, Asta dan Nino menjelang pergantian tahun 2009 menjadi 2010. Ternyata RAN mendapatkan kado istimewa dari 2 media. Hal yang membanggakan adalah kedua media tersebut sangat berbeda. Pertama, Majalah Hai, media cetak nasional untuk anak muda yang sudah diakui selama berpuluh-puluh tahun dan kedua, Junksounds, media regional yang banyak menjadi acuan bagi musisi Asia Tenggara. Kedua media ini memberikan RAN penghargaan pada akhir bulan desember 2009. Pengakuan ini juga sebagai bukti bahwa eksistensi dan musikalitas RAN sudah diterima oleh masyarakat luas. Peran dari RANers dan para penikmat musik RAN sangat berarti, karena kontribusi mereka dalam mengikuti polling di 2 media tersebutlah yang akhirnya membuat RAN unggul dari musisi-musisi lain.
Kabar mengenai keunggulan RAN di Polling Musik Hai 2009 sebenarnya sudah terdengar sejak minggu kedua bulan Desember. Tetapi pengumuman resmi mengenai keberhasilan RAN meraih 3 kategori bergengsi, baru muncul di Majalah Hai edisi 51 tanggal 21-27 Desember yang menampilkan Rayi, Asta dan Nino sebagai cover Majalah dan tulisan besar RAN Band of The Year 2009. Pada polling musik Hai, RAN berhasil mengumpulkan angka pemilih yang cukup besar dan mengalahkan para pesaingnya dengan perbedaan yang signifikan. Persaingan di 3 kategori tersebut bukanlah para musisi yang tidak ternama, tetapi musisi Indonesia yang sudah memiliki fanbase besar dan dikenal oleh masyarakat, jadi ini merupakan kebanggan tersendiri bagi RAN. Untuk mengetahui secara lengkap mengenai kategori yang dimenangkan oleh RAN dan jumlah angka pemilihnya, dapat dilihat di Majalah Hai.
Hadiah lain yang diterima RAN pada akhir bulan Desember ini adalah sebuah prestasi lain dari Junksounds Awards. Pada hari senin pagi tanggal 21 Desember, Hasief Ardiasyah, salah seorang wartawan Rolling Stone Indonesia mengumumkan melalui Twitter bahwa semua musisi Indonesia yang mendapat nominasi Junksounds Awards berhasil meraih penghargaan, kecuali 1. Dengan penuh rasa penasaran dan cemas website Junksounds Awards menjadi fokus pertama untuk dikunjungi. Setelah dibuka, ternyata muncul foto dan nama RAN sebagai pemenang kategori Best Urban Act. Dari 130.000 suara yang masuk, ternyata RAN berhasil mengungguli Pasta Groove dari Filipina dan seorang musisi senior Malaysia, Joe Flizzow yang telah bertahun-tahun meniti karir di Industri musik bersama Too Phat. Untuk melihat langsung profil kemenangan RAN di Junksounds, kunjungi http://sites.junkonline.net/junksounds/03-urban.html
Keberhasilan ini tentunya bukan menjadi puncak prestasi bagi Rayi, Asta dan Nino sebagai RAN. Masih banyak yang ingin mereka raih sebagai musisi sekaligus entertainer. Semoga dapat menjadi pemacu RAN untuk terus menghasilkan karya-karya yang bisa diapresiasi oleh seluruh penggemar musik, tidak hanya di Indonesia tetapi juga Dunia. Terima kasih untuk RANers, pecinta musik Indonesia, seluruh teman, sahabat dan juga orang-orang yang dekat dengan RAN atas dukungannya. Semoga tahun 2010 akan menjadi tahun yang lebih baik untuk semua!
If you’re choosing an English-speaking study destination, you’re probably considering one of the top three: the USA, the United Kingdom or Australia. But which of these countries will suit you best? Which country offers the best opportunities for study, and for work when you graduate? Which is easiest to get into? Which is the most affordable?
In this article, we look at eight key criteria for choosing your international study destination. So read on to find out which country is the best in the world when in comes to international education!
And don’t forget to download your free personalised Destination Guide when you’ve made your choice – see the StudyLink website for details. Reputation and quality
All three countries say they have a good reputation for quality higher education. But what does that really mean in practice?
The USA has more universities than any other country in the world. And it also has more in the top ten of the Times Higher Education Supplement than any other country in the world. This alone is enough to make it the number one choice for international students.
In reality, there is a diverse range of places to study in the US, all governed by separate state laws. From famous ivy-league schools like Harvard and Stanford to excellent community colleges such as Santa Barbara City College – with an equally diverse range of tuition fees. With a higher proportion of privately-owned colleges, a US education means access to the latest resources, technology and equipment – and some of the best academic teachers in the world.
In the UK, an historic reputation for academic excellence (Oxford, Cambridge, LSE) combines with high-tech modern university teaching at some of the newest campuses in the world, such as Brunel and Lincoln Universities. It also has an outstanding reputation for research, making it attractive for post-graduate students from around the world.
And even though Australia has a small population of just 20 million, it has a relatively large number of world-class universities and colleges. With a clear framework of recognised qualifications and a reputation for effective teaching and research, an Australian degree is highly portable around the world. Employment opportunities
Most of you want to study abroad to improve your career options in the future. So which country offers the best post-graduate career outcomes?
An American education is highly-regarded by employers around the world. But it’s harder to find employment in America once you graduate, mainly because the work visas are heavily restricted.
You also need to think about your subject choice – attending medical school or law school in America may be a long-held dream, but may also limit the countries where you can practice.
The UK, on the other hand, makes it much easier for students to stay and work once they graduate. You can work for up to 20 hours per week while you study, and when you graduate apply for a Post Study Work Visa. Manu courses also offer work experience or internships as part of the curriculum. This provides you with the chance to put your studies into practice – and add valuable experience to your CV.
In Australia, you are also able to work for up to 20 hours per week while you study, and apply for a work visa when you graduate. The ease of getting this visa depends to some extent on your course and results. Australia also has lower unemployment rate (at present) than the US and UK, making it easier to find part-time or graduate employment. Style of education
In the USA, you have quite possibly the widest choice of subjects available in the world, and almost infinite flexibility on how you put together your studies. It’s also relatively easy to change your mind, and switch classes, courses or even institutions.
Many international students find it easier to start their American studies at a smaller college, and then transfer to a larger University for the last two years of their program. This gives you time to adapt to life in the US, improve your English, and learn the basic elements of your study in a supportive environment.
In the UK, you are expected to be more independent when it comes to learning. Rory, a UK liberal arts student who spent a year at California State University, puts it like this; “In the US it is compulsory to go to all your classes and read every inch of the set texts, but mot much outside of this. In the UK it’s almost the complete opposite. Undergraduates are pointed in the right direction by their professors, but then left to their own devices to find the right resources and produce their own analysis.”
Australia offers a combination of these two extremes, with lectures and smaller tutorials, group work and individual exams and essays. In Australia you are expected to think creatively and independently, and hands on experience is actively encouraged. English education
All three countries teach in English… but American English is quite different to UK English. All three countries offer English as a Second Language studies, but the USA favours TOEFL as a qualification and the UK and Australia lean towards IELTS.
Chinwe, from Nigeria, decided to study her MBA in the UK (at the University of Bedfordshire) because the language would be similar. “I felt it would be easier for me in England because the educational structure and language (British English) are similar to ours,” she explains. Ease of entry
It is incredibly difficult to get into the world’s best universities, no matter where they are. But it is even harder to get into the best American schools. There is a lot of competitive for places on the top courses, and a low acceptance rate for international students. Tough student visa requirements add to the time and energy you need to pursue your dream of an American education.
The UK and Australia have streamlined application and visa processes that make it much easier – but on the flipside this means there is a large proportion of international students on many courses, which may affect your learning experience… or offer you more global friendship opportunities, depending on your point of view! Safety
Australia is regarded as one of the safest and friendliest study destinations in the world, although recent isolated incidents have put this claim in some doubt. No country is completely safe, and it’s important to be careful wherever you are. Parts of the US have higher crime rates than others, parts of the UK are safer than others… for more information in protecting your safety, download one of our study destination guides. [Link to guide] Lifestyle
This is where these three countries really offer something unique. Looking for sunshine, amazing natural wonders and wildlife, sports and the chance to relax when you’re not studying? Australia has all that and more.
Or if you’d like to discover history and culture, shop ‘til you drop, roam gentle green countryside, study in the UK and explore all of Europe on your doorstep.
The US has something for everyone, with a climate that ranges from ski and snow to sun and surf, big bustling cities and easy-living suburbs.
All three countries are multi-cultural melting pots with the food you may be missing from home, and people who speak your language. And all three provide great student support and services to help you feel at home and make new friends. Value for money
For many students, the decision ultimately comes down to cost.
A US education doesn’t have to be expensive (it’s usually less expensive to study at a college first and then transfer) but limited part-time work options and increased competition for scholarships make it harder to support your cost of living.
In the UK, the cost of living may be slightly more expensive (especially in London) but tuition fees are lower. Plus, you can complete a Masters program in less time than in the US, which makes it more affordable still – an MBA is usually a one-year program in the UK. Medical care is also usually available free of charge to students in the UK – one less thing to worry about.
Australia combines a lower cost of living with lower tuition fees – plus you can work part-time. But remember to factor in the cost of getting there, and of travelling around this vast country, as airfares can be expensive. You’ll also need to pay for mandatory Overseas Student Health Cover (health insurance).
So, which study destination really is best? It comes down to what you hope to achieve. Think about the following checklist when you make your decision:
* Does it help you on your career path? * Will it provide a recognised qualification in your own country? * Are you happy with the style of teaching and assessment methods? * Will you be near friends or relatives? * Can you afford the course fees and cost of living? * Will you meet the entry and visa requirements?
Good luck with your decision and let us know how you get on!
“Aku pasti akan merindukanmu. Kamu adalah sahabatku yang pertama dan terakhir.Selamat tinggal sobat”
Itulah kata terakhir yang ku dengan langsung dari bibir merahnya, sangat di sayangkan dia pergi begitu saja. Dia tidak sengaja di tembak ayahnya sendiri.
”Karena aku dia meninggalkanku tanpa seijinku. Kenapa harus dia yang tertembak. Kenapa bukan aku saja! Seandainya aku tidak ngegabah untuk ke "rumahnya pasti nggak gini jadinya!”
Penyesalan yang selalu membayangiku saat aku tau dia meninggalkanku…
“akhirnya Chiqua meninggalkan Indonesia dan kembali ke kota kincir angina, Belanda, kota asalnya, meninggalkan Zara,sahabatnya yang telah terlebih dahulu meninggalannya. Dan pada tanggal 1945 akhirnya Indonesia merdeka.Chiqua kembali ke Indonesia bersama ayah dan Ibunya. Chiqua melihat ayah Zara yang tersenyum puas akibat keberhasilannya melawan penjajah. Dan Chiqua meneteskan airmata tepat di makam sahabatnya, Zara. SELESAI” terlihat Hana yang sudah selesai membaca karangannya di depan kelas. Temen-temannya memberikan hadiah tepuk tangan dan senyum pujian untuknya.
“wooow! Karanganmu keren banget Na! kapan-kapan kamu buat cerpen yang temanya tentang persahabatan dong.. eh kalo bisa buat novel aja Na, hehehe..” kata teman sebangkunya sambil melihat karangannya
“makasi. Tapi kalau mau buat novel pasti butuh waktu lama. Ntar keburu badmood and critanya jadi rada basi, tapi makasi sarannya” kututurkan senyum manis untuk temanku
Kriiiing…
Bel pulangpun berbunyi dan terdengar satu sekolah. Aku dan teman-temnku yang lain bergegas merapikan buku dan berdoa pulang
☻☻☻
“Assalamualaikum…”
ku buka pintu rumah dan membuka sepatu bergegas ke kamar.Karena hari ini sangat panas, aku menganbil es krim yang masi tersisa di cool case dan membawanya ke kamar.
“alhamdullillah, lega banget rasanya tenggorokan ini!”
Ku buka laptop apple putih kesayanganku itu dan mengaktifkan modem. Eeh, tidak ku sadari ada surat beramplop putih terpampang rapih di meja belajarku. Ku buka perlahan, dan ku ambil surat yang ada di dalam amplop itu.
Ternyata surat dari sobatku yang harus pindah ku Jerman karena tutuntutan pekerjaan ayahnya. Buru-buru aku ambil selembar kertas dan menulis balasan surat dari sobatku itu.
Barusaja aku meletakan ujung bolfoin itu I kertas, tiba-tiba saja terdengar lagu Lady GaGa & florida – strarstruck yang ternyata ring tone handphone ku. Kulihat ternyata dari Bunda, “ada apa ya bunda nelpon, tumben-tumbennya?”. Dan aku angkat
“assalamuaikum mbak, nanti ke rumah sakit ya, jagain nenek. Sakitnya kumat lagi! Inget ya, sekalian mampir sebentar ke rumah nenek ambilin bajunya!” pinta bundaku yang sepertinya sedang terburu-buru
“iya bun. Nanti aku ke sana sama Pak Ujang mumpung masi di sini nih”ku jawab santai
“yaudah, beres-beres sana! Bunda masi ada urusan. Nanti bunda nyusul ke rumah sakit. Salam bunda buat nenek ya, assalamuaikum” dengan sigap bunda mengakhiri pembicaraan
“hmm.. wa’alaikum salam”
Akhirnya aku menahan dulu balasan suratnya, aku melanjutkan tugas dari bunda. Ku bereskan semua yang di butuhin nenek dan akupun membereskan kebutuhanku yang membuatkubetah di rumah sakit nanti.
“oke, udah siap semua, tinggal panggil PAK UJANG!!” teriakku saat aku memanggil sopir yang sebelum aku lahir sudah bekerja mengantar jemput bunda atau aku.
“iya non, sebentar!”sambil berlari
“ada apa non?” tertatih-tatih perkataannya iya ucapkan.
“hehe, anterin ke rumah sakit. Eeh, ke rumah nenek dulu baru ke rumah sakit. Nenek masuk rumah sakit kata bunda, makanya di suruh ambil perlengapan nenek dulu”dengan panjang lebar ku jelaskan semua.
“oh, oke.. oke non, ayook”
☻☻☻
Akhirnya sampe di rumah nenek, terlihat bunda membawa tas besar, ntah apa isinya. Yang jelas mungkin perlengkapan nenek untuk di bawa ke rumah sakit.
“bunda? Kok ada di sini, Hana kira bunda lagi kerja”heranku melihat bunda yang sudah terlebih dahulu berada di rumah nenek
“bunda udah ngijin tadi, makanya bunda langsung ke sini. Udah ah, kelamaan ngoblorol. Lanjutinnya di mobil aja ya” pinta bunda dengan tergesa-gesa menuju mobil
Sepanjang perjalanan aku membuka note book milik bunda dan akumembuat karangan. Dan tak terasa akhirnya sampai juga di rumah sakit tempat nenekku di rawat.
Sesampainya di kamar tempat nenek di rawat aku melanjutkan untuk menulis balasan surat dari sahabatku, Chua. Akhirnya aku bisa membalas surat itu juga setelah beberapa jam tertunda.
Aku memandangi sekilas pesan yang ku tulis untuk Chua. Aku membacanya kembali.aku langsung membicarakannya kepada bunda. Dan tentu saja tak lupa mengeposkan surat ini.
Setelah ku bicarakan dengan bunda, bunda langsung mengangguk setuju atas keputusanku ini. Segera ku telpon Pak Ujang untuk mngirimkan surat manis ini ke kantor pos terdekat. Semoga saja Chua tidak kecewa atas keputusanku ini.
☻☻☻
Keesokan harinya ku lihat matahari sudah melaksanakan tugasnya untuk menyinari kotaku dan kota-kota yang lain. Tetapi saat itu tidak ku lihat sosok nenek di ranjang sambil memakai infuse dan begitu juga dengan bunda. Tiba-tiba terdengar bunyi handphone bunda, segera ku angkat. Ternyata dari omaku di Jerman menelfon.
“assalamuaikum…”ucap oma
“waalaiku salam oma. Apa kabar? Aku kangen oma!”dengan cepat aku mengatakannya
“Hana? astagaa! Oma baik-baik saja sayang. Kemana bundamu nak?” terdengar oma tidak bersemangat
“oma kenapa? Kok kayaknya oma sedih banget” khawatirku
“oma senang bisa ngomong sama kamu, Na. oma kangen banget sama kalian. Oma.. oma.. “tiba-tiba oma terdiam, ntah kenapa
“oma? Oma kenapa? Oma? Oma? Halooo?” ucapku panic
Tiiiiiiiiiiiiiiiiiit…
“kok mati ya? Kenapa sihini? Aku berbicara pelan dan heran. Dalam benakku mungkin di sana siayalnya jelek. Akhirnya aku telpon lagi, eeh.. tapi keburu ada telepon masuk.
“haloo, assalamualaikum?” ucapku
“wa’alaikum salam, Hana ini opa. Omamu pingsan, nanti opa telpon lagi ya. Assalamualaikum Na” pas banget saat opa mengakhiri pembicaraannya nenek dan bunda datang. Ntah habis darimana mereka. Dan alngsung saja aku menceritakan panjang lebar semua yang barusan saja terjadi. Dengan hebohnya tak terasa airmataku terjatuh.
☻☻☻
“hah?! Kok bisa? Kebetulan nenek sudah boleh pulang, jadi besok kita berangkat jenguk oma, telpon papah kalo mau ikut. Bunda mau mengurus biaya administrasi dulu. Suru Pak Ujang angkatin barang-barang nenek”dengan tergesa-gesa bunda langsung keluar kamar rumah sakit tersebut.
Akhirnya aku, nenek, dan bunda meninggalkan rumah sakit itu dan berbegas menuju ke rumah nenek untuk mengentarkan nenek.
☻☻☻
Keesokan harinya aku bersip-siap untuk pergi ke bandara. Aku sangat khawatir engan keadaan oma yang tiba-tiba pingsan kemarin. Aku dan bunda bergegas ke bandara. Papa hanya titipsalam untuk oma dan opa karena papa sekarang lagi di yogyakarta, ada urusan yang harus di delesaikan. Dan terpaksa aku dan bunda hanya berdua pergi ke Jerman.
☻☻☻
Sesampainya di Jerman aku langsung menuju rumah skit tempat oma di rawat. Baru saja aku sampai di lobby opa sudah terlihat, dan aku langsung menuju kamar tempat oma di rawat. Disitu ada Chua dan bundanya. Barusaja aku memegang tangan oma, aku melihat senyumnya dan tiba-tiba oma nggak bernafas lagi! Airmataku tiba-tiba menetes. Tak bisa di percaya oma begitu cepat meninggalkan aku, padahal besok adalah hari ulangtahunku yang ke 14 tahun. Oma pernah berjanji bakalan kasi aku syal yang di buatnya khusus buat aku. Tapi ternyata itu semua hanya kenangannya.
☻☻☻
“senyum terakhirnya” itulah kado yang terindah yang di beri oleh omaku. Walaupun aku tau oma sudah meninggalkan aku, tapi aku merasa oma selalu ada di sampingku. Aku berharap oma bisa melihatku di umurku yang ke 14 ini. Oma, I LOVE YOU!